Sarapan Sehat Anak Rekomendasi Ahli Gizi
Sarapan adalah
makanan pertama yang dikonsumsi oleh tubuh si kecil untuk mengawali harinya.
Oleh karena itu, sarapan berperan penting sebagai cadangan energi dan juga
untuk mendukung aktivitas anak seharian, terlebih saat si kecil sedang dalam
masa pertumbuhan.
Sarapan memberi
gizi penting dan energi untuk tubuh dan otak sehingga membantu anak lebih fokus
dan siap menjalani harinya di sekolah. Ibu sebaiknya membiasakan agar si kecil
sarapan, terutama bagi anak-anak yang sudah masuk kelompok bermain dan juga
bangku sekolah. Membiasakan anak menyantap sarapan bergizi setiap hari tak
hanya bermanfaat untuk tumbuh kembangnya, namun juga untuk meningkatkan
prestasi belajarnya.
Namun dalam
menyiapkan sarapan untuk si kecil juga tak boleh asal kenyang ya Bu. Menurut
dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK, sarapan sehat merupakan salah satu dari
tahapan makan tiga kali sehari, maka dari itu sarapan pagi seharusnya dapat
memenuhi sebanyak 25 sampai 30% dari total angka kebutuhan gizi (AKG) yang
diperlukan setiap harinya, yakni yang mengandung protein, lemak, karbohidrat,
air dan serat.
Beda usia, berat
dan tinggi badan, tentu saja juga mempengaruhi AKG masing-masing anak, namun
menurut dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK, rata-rata kebutuhan
nutrisi anak sekolah dasar dengan kisaran usia 7 hingga 12 tahun sebanyak 1.500
kalori per hari.
Oleh karena itu,
sebaiknya Ibu mengawali hari dengan memberikan sarapan bernutrisi untuk si
kecil. Ibu, harus memastikan nutrisi sarapan untuk si kecil mengandung
unsur 3G yakni Go, Grow, Glow. Lalu, sarapan seperti apakah
yang mengandung unsur 3G tersebut ?
Karbohidrat (Go)
Karbohidrat sebagai
sumber energi sangat diperlukan saat sarapan. Setelah tubuh si kecil secara tak
langsung berpuasa karena tidur semalaman, maka diperlukan asupan karbohidrat
untuk pembentukan energi. Menurut ahli nutrisi penulis buku The
F-Factor Diet, Tanya Zuckerbrot, R.D, sarapan pagi setelah perut kosong
semalaman dapat meningkatkan metabolisme, yang artinya pembakaran kalori
sepanjang hari menjadi lebih efisien, sehingga mencegah terjadinya obesitas
pada anak.
Memang cara paling
mudahnya, Ibu dapat menyajikan nasi sebagai asupan karbohidrat. Namun cara yang
lebih baik adalah dengan mengkonsumsi jenis makanan berkarbohidrat kompleks
seperti makanan dengan kandungan gandum utuh. Makanan yang mengandung kadar
serat tinggi dan rendah gula akan dicerna dengan lambat, sehingga menyediakan
energi yang konstan dan membuat si kecil tidak cepat lapar. Berikan semangkuk
sereal yang dicampur dengan susu untuk solusi sarapan yang kaya gizi bagi si
kecil. Ketika menyajikan sereal, Ibu bisa tambahkan buah dan susu agar
terpenuhi semua kebutuhan gizi anak.
Perhatikan pula
asupan karbohidrat yang baik juga ya Bu. Makanan dengan kandungan karbohidrat
sederhana seperti donat atau kue-kue akan membuat glukosa melonjak kemudian
turun drastis. Sehingga menyebabkan si kecil akan merasa cepat lapar dan
gampang mengantuk.
Protein
(Grow)
Selain sebagai
bahan bakar untuk siap menjalani aktivitas seharian, sarapan juga berguna untuk
mendukung pertumbuhan anak. Oleh karena itu, berikan sarapan untuk si kecil
makanan yang mengandung protein untuk mendukung tumbuh kembangnya agar semakin
optimal.
Protein dapat
membantu pembentukan struktur tulang, gigi dan rambut. Tak hanya itu, protein
juga dapat mengganti jaringan sel tubuh yang rusak, melawan penyakit dan
memperkuat sistem kekebalan tubuh. Menurut Medline Plus, Institute of Medicine,
kekurangan protein pada anak dapat berakibat si kecil kekurangan gizi hingga
kwashiorkor (malnutrisi akibat kekurangan asupan protein).
Oleh karena itu,
penuhi kebutuhan protein harian anak sebanyak 13-52 gram tergantung umurnya.
Telur biasanya menjadi pilihan yang tepat dalam memenuhi asupan protein si
kecil, karena cara mengolahnya pun mudah. Ibu bisa membuatkan menu sarapan
berbahan telur seperti Baked Stuffed Egg dan Tahu Telur. Jika ingin praktis, omelette dan
telur orak-arik pun tentunya juga menjadi menu sarapan yang digemari si kecil.
Tak hanya itu saja,
protein juga memiliki fungsi lainnya. Menurut Wayne Campbell, PhD, seorang
peneliti dari Universitas Purdue, Amerika Serikat mengatakan bahwa protein
mampu mencegah lapar datang lebih cepat, karena protein menjaga perut kenyang
lebih lama.
Lengkapi pula
sarapan si kecil dengan minuman bernutrisi seperti susu yang juga kaya akan
kandungan protein, serta kalsium dan vitamin D untuk membantu optimalkan
pertumbuhan tulang si kecil.
Lemak
Esensial
Jangan hanya
memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein saja, tapi lemak esensial yakni
Omega 3 dan Omega 6 juga perlu Ibu masukkan ke dalam sarapan si kecil.
Menurut Robert
Hobson, ahli gizi untuk Royal Society of Public Health di Inggris, asam lemak
esensial tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia namun sangat
dibutuhkan untuk pertumbuhan sel syaraf otak dan hormon serta tumbuh
kembang anak. Tak hanya untuk pertumbuhan sel-sel otak, Omega 3 dan Omega
6 juga akan membuat tubuh menyerap vitamin dengan lebih baik sehingga
pertumbuhan fisik anak juga akan semakin optimal.
Ibu bisa memberikan
asupan omega 3 untuk si kecil dengan menyediakan menu ikan, seperti tuna,
sarden dan salmon. Sementara untuk omega 6, bisa Ibu dapatkan dari unggas dan
daging merah.
Vitamin
dan Mineral (Glow)
Jangan hanya
mementingkan si kecil kenyang, sempurnakan asupan sarapan si kecil dengan buah
dan sayur yang kaya akan vitamin dan mineral, yakni nutrisi yang diperlukan
oleh tubuh untuk mendapatkan antioksidan yang cukup.
Antioksidan adalah
nutrisi dalam makanan yang bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan
akibat radikal bebas, yang akan mengakibatkan sakit jantung, kanker, penuaan
dini dan rentan penyakit akibat virus. Dengan memberikan buah dan sayuran ke
dalam menu sarapan anak, maka daya tahan tubuh dan sistem saraf si kecil akan
menjadi lebih kuat.
Berikut ini adalah
jenis buah-buahan terbaik yang cocok dikonsumsi saat sarapan, yakni pisang,
semangka, lemon dan papaya. Ibu bisa memberi potongan buah tersebut untuk si
kecil, atau juga menambahkannya pada sajian sereal agar lebih menarik.
Setelah mengetahui
nutrisi apa saja yang dibutuhkan si kecil saat sarapan. Sebaiknya, Ibu juga
mendampinginya saat sarapan. Ibu bisa menemaninya sambil mendongeng atau
bercerita, sehingga anak-anak akan lebih semangat dalam melahap sarapannya.
Karena begitu
pentingnya sarapan untuk si kecil, maka sudah selayaknya Ibu memenuhi kebutuhan
sarapan anak setiap paginya. Jadikan makan pagi sebagai agenda wajib sebelum
berangkat sekolah. Dan pastikan nutrisi yang cukup untuk si kecil di setiap
sarapan paginya ya Bu.

IONQQ**COM
ReplyDeleteagen terbesar dan terpercaya di indonesia
segera daftar dan bergabung bersama kami.