Anak Rewel Memang Merepotkan, Kenali 9 Sumber Kerewelan pada Balita dan
cara Mengatasinya
Orangtua
terkadang terpancing emosi saat menghadapi anaknya yang rewel sehingga
memunculkan sikap kasar yang dapat melukai fisik maupun mental si buah hati.
Sebaiknya Anda mengetahui dan memahami bagaimana mengatasi anak rewel agar hal
tersebut tidak sampai terjadi.
Anak yang selalu rewel memang merepotkan. Tak jarang terjadi, si
kecil yang berusia batita maupun balita menjadi begitu rewel. Sedikit-sedikit
menangis, menjerit, kadang disertai amukan. Sampai-sampai dalam melakukan
kegiatan sehari-hari dia pun selalu mengawali dengan menangis terlebih dahulu.
Meskipun demikian, orangtua sebaiknya bersabar dan tidak mudah
terpancing emosinya. Sebab, balita cenderung menjadi mudah marah dan rewel jika
orangtuanya juga gampang marah dan bereaksi berlebihan terhadap perilaku
anak-anaknya.
Sebelum itu terjadi, sebaiknya kenali 9 sumber kerewelan anak
batita dan cara jitu mengatasinya!
1. REWEL KARENA SAKIT MEMBUAT ANAK AKTIF DAN CERIA
MENDADAK MURUNG DAN CENGENG
Wajar jika anak rewel kala sakit. Diberi ini salah, diberi itu
salah. Kondisi tak nyaman membuat anak uring-uringan. Tak heran, semua itu bisa
mengubah perilaku anak. Si kecil yang tadinya aktif dan ceria, mendadak murung
dan cengeng. Anak pun jadi lebih manja.
Cara Mengatasi anak rewel karena sakit
– Bersabarlah menghadapinya. Anak sakit lebih membutuhkan banyak
perhatian ketimbang anak sehat. Jadi, dampingi selalu si kecil. Jalinlah
komunikasi yang hangat dan menghibur. Tanyakan, apa yang dia rasakan. Sedapat
mungkin berikan beberapa pertolongan kecil, seperti mengusap-usap perut atau
mengipasi. Jika perlu, dekaplah dia dengan penuh kasih. Ciptakan suasana aman,
hingga anak merasa nyaman dan tidak bosan.
– Sikap sabar juga perlu dikedepankan saat memberi makan dan
obat. Jika anak menolak makan, tak perlu dipaksa, melainkan disuapi sedikit
demi sedikit. Buatlah menu makanan yang lembut dan mudah dikunyah. Hal yang
sama berlaku buat obat. Katakan, obat harus diminum agar anak bisa sehat dan
bisa bermain kembali.
– Buat juga suasana menyenangkan. Hindari menunjukkan kesedihan
di depan anak. Lakukan kegiatan bermain yang disukainya. Membacakan dongeng
favorit bisa menjadi pilihan. Sediakan juga mainan yang bisa dilakukan di
tempat tidur seperti boneka tangan, mewarnai, melipat kertas, nonton teve atau
film kesayangan, dan sebagainya. Namun, waktu bermain tetap harus dibatasi,
karena anak membutuhkan istirahat agar cepat sembuh.
2. REWEL DI TEMPAT BARU ATAU ASING KARENA MERASA TAK
NYAMAN DENGAN KONDISI BARU
Meskipun dinilai wajar, perilaku ini sering membuat kesal
orangtua. Anak rewel karena merasa tak nyaman dengan kondisi baru. Tak jarang,
kondisi itu dirasakan anak sebagai sesuatu yang mengancam. Terlebih jika anak
belum mengenal kondisi tempat baru itu sebelumnya, juga fasilitas yang ada.
Saat anak diajak ke tempat praktik dokter, misal, dia tentu
bingung dengan ruangan serba putih, dan terdapat berbagai peralatan “aneh”
macam jarum suntik, stetoskop, mesin USG, dan sebagainya.
Cara Mengatasi anak rewel di tempat baru atau asing
Sebelum mengajak si kecil pergi, orangtua perlu membekali anak
mengenai tempat apa yang akan dituju, kondisi apa sajakah yang akan ditemui
anak, apa pula benda-benda yang terdapat di sana.
Sering-seringlah bepergian ke tempat baru bersama si batita.
Semakin banyak tempat yang dikunjungi, semakin kaya dan luas pengalaman anak.
3. REWEL KALA BERTAMU DISEBABKAN SI BATITA
MENGANGGAP, RUMAHKU ADALAH SURGAKU
Sering kan menghadapi batita yang merengek-rengek minta pulang
kala diajak bertamu, “Pulang… Ma… pulang….” Kerewelan ini disebabkan si batita
menganggap, rumahku adalah surgaku.
Tiada tempat yang paling indah dan nyaman selain rumah. Apalagi
jika lingkungan rumah benar-benar menyenangkan; luas, sejuk, dan banyak mainan.
Selain itu, banyaknya sosok asing di rumah orang lain membuat
anak enggan berlama-lama. Belum lagi rumah itu kurang menyenangkan seperti
sempit, gerah, dan sumpek.
Cara Mengatasi anak rewel kala bertamu
– Buatlah anak merasa nyaman. Sebelum pergi, bekali si kecil
dengan banyak mainan. Jika di rumah yang dikunjungi ada anak kecil, ajak
bermain bersama si kecil. Perhatikan juga kondisi tubuh anak. Jika terlihat
lelah, biarkan dia beristirahat sejenak.
– Setelah cukup, orangtua bisa mengeksplorasi lingkungan rumah
yang dikunjungi. Siapa tahu banyak hal menarik yang bisa ditemukan seperti ada
kolam ikan, taman, dan sebagainya.
– Ajari anak bersosialisasi dengan mengunjungi rumah tetangga,
saudara, atau teman, sehingga dia terbiasa mengunjungi rumah orang lain.
4. REWEL SAAT ADA IBU DISEBABKAN ANAK MEMINTA
PERHATIAN LEBIH
Kerewelan justru terjadi saat ibu ada di rumah. Biasanya
disebabkan anak meminta perhatian lebih. Maklum, ibu yang bekerja umumnya
banyak menghabiskan waktu di luar rumah.
Keberadaan ibu membuat si batita menuntut macam-macam. Apalagi,
ibu bekerja biasanya menerapkan aturan lebih longgar dan minim memberikan
punishment, juga selalu memanjakan anak. Nah, bagi anak, ini merupakan aji
mumpung untuk melanggar aturan atau memaksakan kehendak.
Cara Mengatasi anak rewel ketika ada ibunya
– Bersikap tegas dan konsisten dalam menerapkan aturan adalah
solusinya. Jika ibu menerapkan aturan tidak boleh menonton teve hingga larut
malam, maka semua yang ada di rumah harus menerapkan aturan itu. Ini untuk
mengajari si batita, mana yang benar dan mana pula yang salah.
– Sikap tega dan tegas harus dikedepankan. Jika ibu dan pengasuh
atau anggota keluarga lain di rumah berbeda pola asuh, anak cenderung memilih
aturan yang dirasa paling enak. Namun jika ibu dan semua anggota keluarga
konsisten, maka si batita tidak akan berulah di setiap akhir pekan, atau kala
ibu ada di rumah.
– Disiplin dan rutinitas batita akan terbentuk dengan baik.
Berikan sanksi mendidik jika perlu. Selain itu, jangan sungkan memberikan
penghargaan jika anak bisa melakukan rutinitas dengan baik. Penghargaan tidak
melulu berbentuk hadiah, tapi juga berbagai bentuk lainnya seperti pelukan,
ciuman, atau pujian. Dengan demikian, batita akan selalu mengulangi perilaku
positif, sekaligus menjauhi sikap negatifnya.
5. REWEL KALA DITINGGAL ORANGTUA KARENA ANAK
MERASA TIDAK AMAN JIKA DIASUH OLEH SOSOK LAIN
Sulit kan jika anak tidak mau ditinggal pergi? Walhasil, banyak
aktivitas orangtua yang batal gara-gara anak. Di usia ini, anak sedang
mengembangkan sikap kelekatan.
Jika anak menganggap orangtua adalah sosok paling dekat, maka
sulit baginya untuk berpisah, maunya menempel melulu. Anak merasa tidak aman
jika diasuh oleh sosok lain.
Cara Mengatasi anak rewel ketika ditinggal orangtuanya
– Berikan penjelasan. Jika ibu harus meninggalkan anak pergi
berbelanja, katakan, “Mama mau pergi ke pasar. Tidak lama, kok, nanti Mama
pulang dan bisa main lagi sama Adek.” Cara itu akan membuat anak mengerti,
orangtua pergi hanya untuk sementara waktu.
– Hindarkan pergi secara sembunyi-sembunyi, bahkan berbohong.
Itu bisa membuat anak semakin rewel, bahkan muncul ketidakpercayaan dalam
dirinya.
– Agar anak tak terlalu merasa kehilangan, biarkan dia terlibat
dalam sebuah kegiatan yang mengasyikkan seperti corat-coret. Biasanya, anak
akan larut dalam aktivitasnya dan tidak terlalu memedulikan kepergian orangtua.
6. REWEL SETIAP KALI DIAJAK PERGI TERGESA-GESA,
KETERGESAAN ITU MENYEBABKAN ANAK TIDAK NYAMAN
Banyak orangtua yang pusing sekaligus kesal saat mengajak
anaknya pergi. Itu semua terjadi karena si batita masih sulit mengendalikan
emosinya.
Selain orangtua juga mesti mengetahui penyebab kerewelan anak,
semisal mood-nya sedang buruk. Atau, siapa tahu orangtua terlalu heboh saat
mengajak anak bepergian, umpama, memburu-burunya mandi dan berpakaian.
Ketergesaan itu menyebabkan anak tidak nyaman, lalu mengekspresikannya dengan
sikap rewel. Sebab lain, mencari perhatian orangtua.
Cara Mengatasi setiap kali diajak pergi
– Atasi berdasarkan penyebabnya. Bila dikarenakan suasana
hatinya kurang baik, bangkitkanlah mood-nya. Jelaskan, perjalanan dan tempat
tujuan sangat menyenangkan.
– Beritahukan hal-hal menarik apa saja yang bisa ditemui anak di
tempat tujuan, seperti melihat sawah milik kakek, kerbau, dan sebagainya.
Demikian juga kala di perjalanan.
– Jelaskan beberapa hal menarik yang bisa ditemui, misal, dengan
menggunakan mobil sendiri, anak bisa melihat pemandangan. Jangan lupa, bawa
serta mainan untuk di perjalanan. Atau, selama perjalanan orangtua bisa membuat
aneka permainan menarik.
– Kalau memungkinkan, hindari mempersiapkan kepergian dengan
terburu-buru, agar anak menganggap bepergian adalah hal yang menyenangkan.
7. REWEL SETIAP PAGI BISA KARENA TANDA ANAK LELAH,
MENGANTUK, SAKIT, KECEWA, SEDIH, DAN LAIN-LAIN
Ada beberapa batita yang bersemangat setiap bangun pagi, di sisi
lain banyak juga batita yang justru rewel. Menangis dengan berteriak, bahkan
beberapa bersikap manja.
Ini bisa disebabkan bermacam-macam hal. Boleh jadi sehari
sebelumnya si batita mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan, hingga
pengalaman itu masih membekas saat terbangun.
Jangan-jangan anak juga mendapat mimpi buruk. Atau, si kecil
terlalu lelah atau sedang sakit, hingga dia mengekspresikan perasaan tidak
nyamannya dengan sikap rewel. Rewel adalah tanda anak lelah, mengantuk, sakit,
kecewa, sedih, dan lain-lain.
Cara Mengatasi:
– Bangkitkan semangat anak di pagi hari. Peluklah erat-erat, lakukan dialog singkat dan hangat di pagi hari. Ajak juga anak untuk main sebentar di pagi hari. Memutar musik kesukaan atau film favorit bisa dipilih. Jadi, saat bangun jangan langsung disuruh mandi dan berganti pakaian. Dengan begitu, anak bisa melupakan ketidaknyamanan yang dirasakannya.
– Bangkitkan semangat anak di pagi hari. Peluklah erat-erat, lakukan dialog singkat dan hangat di pagi hari. Ajak juga anak untuk main sebentar di pagi hari. Memutar musik kesukaan atau film favorit bisa dipilih. Jadi, saat bangun jangan langsung disuruh mandi dan berganti pakaian. Dengan begitu, anak bisa melupakan ketidaknyamanan yang dirasakannya.
– Orangtua jangan menyikapi kerewelan anak dengan sikap marah
karena tak akan mampu meredam kerewelan, malah kerewelannya semakin menjadi.
Bersikaplah tenang dan santai.
– Bila ibu sudah tak kuat menghadapi kerewelan anak, minta ayah
atau orang lain menangani si kecil. Menangani sikap anak dengan emosi justru
membuat anak semakin tertekan. Bukan tak mungkin jika sikap rewel akhirnya
menjadi rutinitasnya setiap pagi.
– Ciptakan suasana menyenangkan di waktu malam menjelang tidur.
Entah dengan mandi air hangat lebih dulu, lalu membacakan cerita, menyetel
musik lembut, dan lain-lain. Dengan aneka ritual sebelum tidur, membuat suasana
hati anak menjadi baik. Suasana hati yang baik itu pulalah yang akan dibawanya
saat terbangun dari tidur.
8. REWEL SAAT NAIK KENDARAAN, KARENA ANAK MERASA
BOSAN BERLAMA-LAMA DI KENDARAAN
Naik bis, angkutan kota, atau kereta api? Pasti banyak orangtua
yang memiliki pengalaman tak menyenangkan dengan ulah si batita.
Sepertinya angkutan umum bak “neraka” buat anak. Dia ingin cepat-cepat keluar
dari dalamnya. Apalagi jika perjalanan harus memakan waktu berjam-jam,
kerewelan anak pun semakin bertambah.
Semua itu terjadi karena anak merasa bosan berlama-lama di
angkutan umum. Ketiadaan aktivitas sangatlah menjenuhkan bagi anak usia ini. Ia
pun lalu mengungkapkannya dengan kerewelan. Apalagi jika angkutan umum itu
tidak berpendingin udara, sempit, dan sesak.
Anak juga rewel karena merasa tidak nyaman bertemu dengan banyak
orang yang tak dikenalnya. Selain itu, anak usia ini bukan tipe “pertapa” yang
bisa duduk berlama-lama. Anak sedang dalam masa eksplorasi. Keinginannya adalah
bergerak dan terus bergerak. Ini tidak hanya berlaku untuk anak laki-laki, tapi
juga perempuan.
Cara Mengatasi anak rewel saat naik kendaran
– Kerewelan anak bisa terjadi hanya saat pertama kali, tapi juga
bisa setiap kali naik angkutan umum. Rewel saat pertama kali naik angkutan umum
adalah wajar. Yang dapat dilakukan orangtua adalah membuat anak nyaman di
angkutan umum. Dengan demikian, anak pun tidak rewel lagi.
– Orangtua bisa mengajak anak mengobrol agar tak bosan. Jika
mungkin, bisa juga diperdengarkan musik kesukaannya. Tentu dengan tak
mengganggu penumpang lain. Ceritakan semua pemandangan yang ditemuinya saat di
jalan. Ladeni semua pertanyaan anak dan puaskan rasa ingin tahunya.
– Hal penting lainnya, bawa bekal makanan dan minuman yang
cukup, di samping membawa beberapa mainan favorit anak. Pilih mainan yang
sekiranya bisa dimainkan di angkutan umum.
9. REWEL SAAT DATANG KE ACARA
Dalam kondisi tertentu, orangtua kadang terpaksa mengajak
batitanya ikut serta arisan, berkumpul dengan teman atau acara lainnya. Namun
si batita tak bisa duduk manis selama acara berlangsung. Bahkan, tak sedikit
anak berbicara sambil berteriak-teriak atau berlarian ke sana kemari.
Banyak orangtua yang kesal dan langsung memarahi si batita.
Padahal, tindakan memarahi malah dapat memberikan dampak yang tak baik bagi si
batita. Selain membuatnya jadi rewel, bukan tak mungkin anak menganggap acara
tersebut tidaklah menyenangkan. Ia pun kapok jika suatu saat orangtua
mengajaknya serta.
Cara Mengatasi anak rewek saat arisan
– Sebetulnya, wajar saja bila si batita tak dapat duduk manis
berlama-lama. Anak usia ini sedang mengembangkan kemampuan motoriknya. Makanya,
dia tak bisa diam. Lagian, anak juga bukan orang dewasa mini yang bisa duduk
lama dengan tenang.
~ Mungkin juga acara tersebut tidak menarik di mata anak. Yang
dapat dilakukan adalah menyalurkan energi anak di luar ruangan. Ajak anak
bermain di luar ditemani pengasuhnya. Lakukan beberapa permainan yang
menyenangkan. Jika kebetulan orangtua lain membawa serta anak, biarkan si kecil
berbaur bersama mereka dengan didampingi pengasuhnya.
Sumber : http://sayangianak.com

No comments:
Post a Comment