9 Manfaat Istirahat dan Tidur yang Cukup
Istirahat dan tidur yang cukup
ternyata memengaruhi kesehatan, berat badan, mood, dan bahkan
kehidupan seksual kita.
Ketika masih kecil, mungkin Anda
merasa sebal dan sering membantah jika disuruh tidur siang oleh orang tua. Tapi
setelah dewasa, waktu tidur justru bisa menjadi momen berharga dan paling
dinanti-nanti. Dan ternyata, tidur tidak hanya mampu menghilangkan rasa kantuk,
tapi juga sangat baik untuk kesehatan jiwa dan raga.
Tubuh lebih sehat
Istirahat dan tidur berperan penting
dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Jam tidur yang kurang diduga meningkatkan
risiko penyakit ginjal, jantung, stroke, tekanan darah tinggi, detak jantung
tidak teratur, hormon stres naik, dan diabetes. Tahukah Anda jika istirahat dan
tidur yang cukup bisa memengaruhi reaksi tubuh terhadap insulin, yaitu hormon
yang mengontrol tingkat glukosa atau gula darah? Kurang tidur membuat kadar
gula darah kita lebih tinggi dari batas normal. Akibatnya, kita pun lebih
rentan terserang diabetes.
Pertumbuhan badan
Istirahat dan tidur juga membantu
pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang sehat. Tidur yang nyenyak memicu tubuh
melepaskan hormon yang mendukung pertumbuhan normal pada anak-anak dan remaja.
Hormon tersebut juga membantu memperbaiki sel-sel dan jaringan, serta
meningkatkan massa otot pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Selain itu,
istirahat dan tidur juga memegang peranan dalam pubertas dan kesuburan.
Menjaga berat badan
Tahukah Anda jika kurang tidur
ternyata juga bisa meningkatkan risiko obesitas pada remaja dan kelompok usia
lainnya? Tidur memengaruhi tubuh dalam memroses dan menyimpan karbohidrat.
Caranya dengan menjaga hormon yang membuat kita merasa lapar (ghrelin) atau
kenyang (leptin) tetap seimbang. Jika kita tidak cukup tidur, hormon ghrelin
akan naik sedangkan hormon leptin akan turun. Akibatnya, kita pun akan merasa
kelaparan.
Tetap aktif di siang hari
Istirahat dan tidur yang cukup dan
berkualitas membuat kita tetap aktif sepanjang hari. Kurang tidur hanya satu
atau dua jam per malam saja sudah membuat tubuh kita seolah-olah tidak tidur
sama sekali selama satu atau dua hari. Orang yang kekurangan tidur cenderung
menjadi kurang produktif di sekolah atau tempat kerja. Mereka membutuhkan waktu
lebih lama untuk menyelesaikan tugas, bereaksi lebih lambat alias ‘lemot’,
dan membuat lebih banyak kesalahan.
Kehidupan seks terjamin
Menurut sebagian kecil peserta yang
mengikuti jajak pendapat yang dilakukan oleh National Sleep Foundation,
terlalu lelah membuat kehidupan seksual mereka menjadi berantakan. Bahkan,
gangguan istirahat dan tidur diduga terkait dengan rendahnya kadar testosteron
pada pria.
Terhindar dari kecelakaan atau cedera
Menurut seorang profesor psikologi,
lelah akibat kurang istirahat dan tidur meningkatkan risiko kita mengalami
berbagai cedera, atau kecelakaan rumah tangga. Misalnya teriris pisau, jatuh
dari tangga, kecelakaan kendaraan (baik darat, laut, maupun udara). Bahkan
dapat menyebabkan kecelakaan tragis dalam skala yang lebih besar seperti
kebocoran reaktor nuklir, kecelakaan penerbangan, kecelakaan kerja, dan lain
sebagainya.
Meningkatkan suasana hati
Kurang istirahat dan tidur dapat
membuat kita menjadi cepat marah, tidak sabar, sulit berkonsentrasi, murung,
stres, dan depresi. Terlalu sedikit tidur juga dapat membuat kita terlalu lelah
melakukan hal-hal yang diinginkan.
Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Menurut penelitian terhadap 150
orang, tidur tujuh jam atau kurang dari tujuh jam dalam sehari diduga membuat
tubuh kita lebih rentan terserang sakit.
Mempertajam ingatan
Kurang istirahat dan tidur diduga
bisa membuat kita cepat pikun. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa ketika
tidur, otak kita memroses, memperkuat, dan menggabungkan ingatan kita dari
sepanjang hari. Jika kurang tidur, ingatan-ingatan tersebut tidak bisa disimpan
dengan benar dalam otak dan bisa hilang.
Agar berbagai manfaat istirahat dan
tidur di atas bisa kita dapatkan secara maksimal, jangan lupa untuk tidur
sesuai jumlah jam yang dianjurkan. Untuk orang dewasa disarankan untuk tidur
sebanyak 7-9 jam sehari, remaja 14-17 tahun 8-10 jam/hari, anak usia 6-13 tahun
9-11 jam/hari, dan balita usia 3-5 tahun 10-13 jam/hari.
Selain itu, biarkanlah anak usia 2 tahun tidur malam 11-12 jam dengan
tambahan tidur siang 1-2 jam, bayi 12 bulan tidur malam 10 jam disertai tidur
siang 4 jam, dan bayi yang baru lahir tidur 14-17 jam sehari.

No comments:
Post a Comment