Saturday, 30 March 2019

Anak Rewel Memang Merepotkan, Kenali 9 Sumber Kerewelan pada Balita dan cara Mengatasinya


Anak Rewel Memang Merepotkan, Kenali 9 Sumber Kerewelan pada Balita dan cara Mengatasinya



Orangtua terkadang terpancing emosi saat menghadapi anaknya yang rewel sehingga memunculkan sikap kasar yang dapat melukai fisik maupun mental si buah hati. Sebaiknya Anda mengetahui dan memahami bagaimana mengatasi anak rewel agar hal tersebut tidak sampai terjadi.
Anak yang selalu rewel memang merepotkan. Tak jarang terjadi, si kecil yang berusia batita maupun balita menjadi begitu rewel. Sedikit-sedikit menangis, menjerit, kadang disertai amukan. Sampai-sampai dalam melakukan kegiatan sehari-hari dia pun selalu mengawali dengan menangis terlebih dahulu.
Meskipun demikian, orangtua sebaiknya bersabar dan tidak mudah terpancing emosinya. Sebab, balita cenderung menjadi mudah marah dan rewel jika orangtuanya juga gampang marah dan bereaksi berlebihan terhadap perilaku anak-anaknya.
Sebelum itu terjadi, sebaiknya kenali 9 sumber kerewelan anak batita dan cara jitu mengatasinya!

1. REWEL KARENA SAKIT MEMBUAT ANAK AKTIF DAN CERIA MENDADAK MURUNG DAN CENGENG

Wajar jika anak rewel kala sakit. Diberi ini salah, diberi itu salah. Kondisi tak nyaman membuat anak uring-uringan. Tak heran, semua itu bisa mengubah perilaku anak. Si kecil yang tadinya aktif dan ceria, mendadak murung dan cengeng. Anak pun jadi lebih manja.
Cara Mengatasi anak rewel karena sakit
– Bersabarlah menghadapinya. Anak sakit lebih membutuhkan banyak perhatian ketimbang anak sehat. Jadi, dampingi selalu si kecil. Jalinlah komunikasi yang hangat dan menghibur. Tanyakan, apa yang dia rasakan. Sedapat mungkin berikan beberapa pertolongan kecil, seperti mengusap-usap perut atau mengipasi. Jika perlu, dekaplah dia dengan penuh kasih. Ciptakan suasana aman, hingga anak merasa nyaman dan tidak bosan.
– Sikap sabar juga perlu dikedepankan saat memberi makan dan obat. Jika anak menolak makan, tak perlu dipaksa, melainkan disuapi sedikit demi sedikit. Buatlah menu makanan yang lembut dan mudah dikunyah. Hal yang sama berlaku buat obat. Katakan, obat harus diminum agar anak bisa sehat dan bisa bermain kembali.
– Buat juga suasana menyenangkan. Hindari menunjukkan kesedihan di depan anak. Lakukan kegiatan bermain yang disukainya. Membacakan dongeng favorit bisa menjadi pilihan. Sediakan juga mainan yang bisa dilakukan di tempat tidur seperti boneka tangan, mewarnai, melipat kertas, nonton teve atau film kesayangan, dan sebagainya. Namun, waktu bermain tetap harus dibatasi, karena anak membutuhkan istirahat agar cepat sembuh.

2. REWEL DI TEMPAT BARU ATAU ASING KARENA MERASA TAK NYAMAN DENGAN KONDISI BARU

Meskipun dinilai wajar, perilaku ini sering membuat kesal orangtua. Anak rewel karena merasa tak nyaman dengan kondisi baru. Tak jarang, kondisi itu dirasakan anak sebagai sesuatu yang mengancam. Terlebih jika anak belum mengenal kondisi tempat baru itu sebelumnya, juga fasilitas yang ada.
Saat anak diajak ke tempat praktik dokter, misal, dia tentu bingung dengan ruangan serba putih, dan terdapat berbagai peralatan “aneh” macam jarum suntik, stetoskop, mesin USG, dan sebagainya.
Cara Mengatasi anak rewel di tempat baru atau asing
Sebelum mengajak si kecil pergi, orangtua perlu membekali anak mengenai tempat apa yang akan dituju, kondisi apa sajakah yang akan ditemui anak, apa pula benda-benda yang terdapat di sana.
Sering-seringlah bepergian ke tempat baru bersama si batita. Semakin banyak tempat yang dikunjungi, semakin kaya dan luas pengalaman anak.

3. REWEL KALA BERTAMU DISEBABKAN SI BATITA MENGANGGAP, RUMAHKU ADALAH SURGAKU

Sering kan menghadapi batita yang merengek-rengek minta pulang kala diajak bertamu, “Pulang… Ma… pulang….” Kerewelan ini disebabkan si batita menganggap, rumahku adalah surgaku.
Tiada tempat yang paling indah dan nyaman selain rumah. Apalagi jika lingkungan rumah benar-benar menyenangkan; luas, sejuk, dan banyak mainan.
Selain itu, banyaknya sosok asing di rumah orang lain membuat anak enggan berlama-lama. Belum lagi rumah itu kurang menyenangkan seperti sempit, gerah, dan sumpek.
Cara Mengatasi anak rewel kala bertamu
– Buatlah anak merasa nyaman. Sebelum pergi, bekali si kecil dengan banyak mainan. Jika di rumah yang dikunjungi ada anak kecil, ajak bermain bersama si kecil. Perhatikan juga kondisi tubuh anak. Jika terlihat lelah, biarkan dia beristirahat sejenak.
– Setelah cukup, orangtua bisa mengeksplorasi lingkungan rumah yang dikunjungi. Siapa tahu banyak hal menarik yang bisa ditemukan seperti ada kolam ikan, taman, dan sebagainya.
– Ajari anak bersosialisasi dengan mengunjungi rumah tetangga, saudara, atau teman, sehingga dia terbiasa mengunjungi rumah orang lain.

4. REWEL SAAT ADA IBU DISEBABKAN ANAK MEMINTA PERHATIAN LEBIH

Kerewelan justru terjadi saat ibu ada di rumah. Biasanya disebabkan anak meminta perhatian lebih. Maklum, ibu yang bekerja umumnya banyak menghabiskan waktu di luar rumah.
Keberadaan ibu membuat si batita menuntut macam-macam. Apalagi, ibu bekerja biasanya menerapkan aturan lebih longgar dan minim memberikan punishment, juga selalu memanjakan anak. Nah, bagi anak, ini merupakan aji mumpung untuk melanggar aturan atau memaksakan kehendak.
Cara Mengatasi anak rewel ketika ada ibunya
– Bersikap tegas dan konsisten dalam menerapkan aturan adalah solusinya. Jika ibu menerapkan aturan tidak boleh menonton teve hingga larut malam, maka semua yang ada di rumah harus menerapkan aturan itu. Ini untuk mengajari si batita, mana yang benar dan mana pula yang salah.
– Sikap tega dan tegas harus dikedepankan. Jika ibu dan pengasuh atau anggota keluarga lain di rumah berbeda pola asuh, anak cenderung memilih aturan yang dirasa paling enak. Namun jika ibu dan semua anggota keluarga konsisten, maka si batita tidak akan berulah di setiap akhir pekan, atau kala ibu ada di rumah.
– Disiplin dan rutinitas batita akan terbentuk dengan baik. Berikan sanksi mendidik jika perlu. Selain itu, jangan sungkan memberikan penghargaan jika anak bisa melakukan rutinitas dengan baik. Penghargaan tidak melulu berbentuk hadiah, tapi juga berbagai bentuk lainnya seperti pelukan, ciuman, atau pujian. Dengan demikian, batita akan selalu mengulangi perilaku positif, sekaligus menjauhi sikap negatifnya.

5. REWEL KALA DITINGGAL ORANGTUA KARENA  ANAK MERASA TIDAK AMAN JIKA DIASUH OLEH SOSOK LAIN

Sulit kan jika anak tidak mau ditinggal pergi? Walhasil, banyak aktivitas orangtua yang batal gara-gara anak. Di usia ini, anak sedang mengembangkan sikap kelekatan.
Jika anak menganggap orangtua adalah sosok paling dekat, maka sulit baginya untuk berpisah, maunya menempel melulu. Anak merasa tidak aman jika diasuh oleh sosok lain.
Cara Mengatasi anak rewel ketika ditinggal orangtuanya
– Berikan penjelasan. Jika ibu harus meninggalkan anak pergi berbelanja, katakan, “Mama mau pergi ke pasar. Tidak lama, kok, nanti Mama pulang dan bisa main lagi sama Adek.” Cara itu akan membuat anak mengerti, orangtua pergi hanya untuk sementara waktu.
– Hindarkan pergi secara sembunyi-sembunyi, bahkan berbohong. Itu bisa membuat anak semakin rewel, bahkan muncul ketidakpercayaan dalam dirinya.
– Agar anak tak terlalu merasa kehilangan, biarkan dia terlibat dalam sebuah kegiatan yang mengasyikkan seperti corat-coret. Biasanya, anak akan larut dalam aktivitasnya dan tidak terlalu memedulikan kepergian orangtua.

6. REWEL SETIAP KALI DIAJAK PERGI TERGESA-GESA, KETERGESAAN ITU MENYEBABKAN ANAK TIDAK NYAMAN

Banyak orangtua yang pusing sekaligus kesal saat mengajak anaknya pergi. Itu semua terjadi karena si batita masih sulit mengendalikan emosinya.
Selain orangtua juga mesti mengetahui penyebab kerewelan anak, semisal mood-nya sedang buruk. Atau, siapa tahu orangtua terlalu heboh saat mengajak anak bepergian, umpama, memburu-burunya mandi dan berpakaian. Ketergesaan itu menyebabkan anak tidak nyaman, lalu mengekspresikannya dengan sikap rewel. Sebab lain, mencari perhatian orangtua.
Cara Mengatasi setiap kali diajak pergi
– Atasi berdasarkan penyebabnya. Bila dikarenakan suasana hatinya kurang baik, bangkitkanlah mood-nya. Jelaskan, perjalanan dan tempat tujuan sangat menyenangkan.
– Beritahukan hal-hal menarik apa saja yang bisa ditemui anak di tempat tujuan, seperti melihat sawah milik kakek, kerbau, dan sebagainya. Demikian juga kala di perjalanan.
– Jelaskan beberapa hal menarik yang bisa ditemui, misal, dengan menggunakan mobil sendiri, anak bisa melihat pemandangan. Jangan lupa, bawa serta mainan untuk di perjalanan. Atau, selama perjalanan orangtua bisa membuat aneka permainan menarik.
– Kalau memungkinkan, hindari mempersiapkan kepergian dengan terburu-buru, agar anak menganggap bepergian adalah hal yang menyenangkan.

7. REWEL SETIAP PAGI BISA KARENA TANDA ANAK LELAH, MENGANTUK, SAKIT, KECEWA, SEDIH, DAN LAIN-LAIN

Ada beberapa batita yang bersemangat setiap bangun pagi, di sisi lain banyak juga batita yang justru rewel. Menangis dengan berteriak, bahkan beberapa bersikap manja.
Ini bisa disebabkan bermacam-macam hal. Boleh jadi sehari sebelumnya si batita mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan, hingga pengalaman itu masih membekas saat terbangun.
Jangan-jangan anak juga mendapat mimpi buruk. Atau, si kecil terlalu lelah atau sedang sakit, hingga dia mengekspresikan perasaan tidak nyamannya dengan sikap rewel. Rewel adalah tanda anak lelah, mengantuk, sakit, kecewa, sedih, dan lain-lain.
Cara Mengatasi:
– Bangkitkan semangat anak di pagi hari. Peluklah erat-erat, lakukan dialog singkat dan hangat di pagi hari. Ajak juga anak untuk main sebentar di pagi hari. Memutar musik kesukaan atau film favorit bisa dipilih. Jadi, saat bangun jangan langsung disuruh mandi dan berganti pakaian. Dengan begitu, anak bisa melupakan ketidaknyamanan yang dirasakannya.
– Orangtua jangan menyikapi kerewelan anak dengan sikap marah karena tak akan mampu meredam kerewelan, malah kerewelannya semakin menjadi. Bersikaplah tenang dan santai.
– Bila ibu sudah tak kuat menghadapi kerewelan anak, minta ayah atau orang lain menangani si kecil. Menangani sikap anak dengan emosi justru membuat anak semakin tertekan. Bukan tak mungkin jika sikap rewel akhirnya menjadi rutinitasnya setiap pagi.
– Ciptakan suasana menyenangkan di waktu malam menjelang tidur. Entah dengan mandi air hangat lebih dulu, lalu membacakan cerita, menyetel musik lembut, dan lain-lain. Dengan aneka ritual sebelum tidur, membuat suasana hati anak menjadi baik. Suasana hati yang baik itu pulalah yang akan dibawanya saat terbangun dari tidur.

8. REWEL SAAT NAIK KENDARAAN, KARENA ANAK MERASA BOSAN BERLAMA-LAMA DI KENDARAAN

Naik bis, angkutan kota, atau kereta api? Pasti banyak orangtua yang memiliki  pengalaman tak menyenangkan dengan ulah si batita. Sepertinya angkutan umum bak “neraka” buat anak. Dia ingin cepat-cepat keluar dari dalamnya. Apalagi jika perjalanan harus memakan waktu berjam-jam, kerewelan anak pun semakin bertambah.
Semua itu terjadi karena anak merasa bosan berlama-lama di angkutan umum. Ketiadaan aktivitas sangatlah menjenuhkan bagi anak usia ini. Ia pun lalu mengungkapkannya dengan kerewelan. Apalagi jika angkutan umum itu tidak berpendingin udara, sempit, dan sesak.
Anak juga rewel karena merasa tidak nyaman bertemu dengan banyak orang yang tak dikenalnya. Selain itu, anak usia ini bukan tipe “pertapa” yang bisa duduk berlama-lama. Anak sedang dalam masa eksplorasi. Keinginannya adalah bergerak dan terus bergerak. Ini tidak hanya berlaku untuk anak laki-laki, tapi juga perempuan.
Cara Mengatasi anak rewel saat naik kendaran
– Kerewelan anak bisa terjadi hanya saat pertama kali, tapi juga bisa setiap kali naik angkutan umum. Rewel saat pertama kali naik angkutan umum adalah wajar. Yang dapat dilakukan orangtua adalah membuat anak nyaman di angkutan umum. Dengan demikian, anak pun tidak rewel lagi.
– Orangtua bisa mengajak anak mengobrol agar tak bosan. Jika mungkin, bisa juga diperdengarkan musik kesukaannya. Tentu dengan tak mengganggu penumpang lain. Ceritakan semua pemandangan yang ditemuinya saat di jalan. Ladeni semua pertanyaan anak dan puaskan rasa ingin tahunya.
– Hal penting lainnya, bawa bekal makanan dan minuman yang cukup, di samping membawa beberapa mainan favorit anak. Pilih mainan yang sekiranya bisa dimainkan di angkutan umum.

9. REWEL SAAT DATANG KE ACARA

Dalam kondisi tertentu, orangtua kadang terpaksa mengajak batitanya ikut serta arisan, berkumpul dengan teman atau acara lainnya. Namun si batita tak bisa duduk manis selama acara berlangsung. Bahkan, tak sedikit anak berbicara sambil berteriak-teriak atau berlarian ke sana kemari.
Banyak orangtua yang kesal dan langsung memarahi si batita. Padahal, tindakan memarahi malah dapat memberikan dampak yang tak baik bagi si batita. Selain membuatnya jadi rewel, bukan tak mungkin anak menganggap acara tersebut tidaklah menyenangkan. Ia pun kapok jika suatu saat orangtua mengajaknya serta.
Cara Mengatasi anak rewek saat arisan
– Sebetulnya, wajar saja bila si batita tak dapat duduk manis berlama-lama. Anak usia ini sedang mengembangkan kemampuan motoriknya. Makanya, dia tak bisa diam. Lagian, anak juga bukan orang dewasa mini yang bisa duduk lama dengan tenang.
~ Mungkin juga acara tersebut tidak menarik di mata anak. Yang dapat dilakukan adalah menyalurkan energi anak di luar ruangan. Ajak anak bermain di luar ditemani pengasuhnya. Lakukan beberapa permainan yang menyenangkan. Jika kebetulan orangtua lain membawa serta anak, biarkan si kecil berbaur bersama mereka dengan didampingi pengasuhnya.
Sumber : http://sayangianak.com




ANAK DEMAM, SEBAIKNYA ORANG TUA JANGAN PANIK. PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA


Ketika Anak Demam Tinggi, Orang Tua Sebaiknya Jangan Panik

  
Anak demam tinggi dapat membuat orang tua khawatir. Namun, jangan sampai panik!Tetaplah tenang, agar mampu membantu mengatasi demam pada anak dengan lebih baik.
Suhu normal anak adalah 36,5 – 37,5° C, dan dapat dianggap mengalami demam ketika suhunya meningkat sampai lebih dari 38°C. Demam pada anak dapat disebabkan oleh banyak hal, namun bukan berarti harus langsung ditangani dengan obat.

Penyebab Anak Demam Tinggi

Demam merupakan mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Munculnya demam pada anak menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang bekerja untuk memerangi flu atau infeksi lain.
Demam terjadi ketika otak memberi perintah untuk meningkatkan suhu tubuh. Hal ini diperlukan guna mengarahkan sel-sel darah putih melawan virus dan bakteri yang mengganggu tubuh.
Ada beberapa penyebab demam tinggi pada anak yang perlu diketahui, yaitu:
  • Infeksi
    Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa demam merupakan tanda sistem kekebalan tubuh anak dalam melawan infeksi. Infeksi yang sering kali menjadi penyebab anak menderita demam tinggi adalah infeksi akibat bakteri dan virus.Penyakit infeksi yang dapat menyebabkan demam tinggi pada anak, antara lain adalah flu, roseola, radang amandel, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), infeksi ginjal, infeksi saluran kemih (ISK), cacar air, dan batuk rejan.
  • Pakaian dan suhu lingkungan
    Tidak hanya infeksi, demam juga bisa menyerang anak jika dia terlalu lama beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas. Demam juga dapat terjadi ketika anak menggunakan baju yang terlalu tebal. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi, terutama bayi baru lahir. Dianjurkan untuk memakaikan bayi pakaian tebal hanya jika suhu udara memang dingin.
  • Efek imunisasi
    Sebagian anak dan bayi juga dapat mengalami demam setelah imunisasi. Biasanya demam yang dialami tergolong ringan. Tanyakanlah kepada dokter yang memberikan imunisasi, mengenai penanganan yang mungkin dibutuhkan bila anak demam setelah imunisasi.

Cara Mengatasi Demam Tinggi pada Anak

Ketika demam terjadi, cairan tubuh akan lebih cepat menguap, sehingga meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi. Maka dari itu, hal penting yang harus dilakukan pertama kali saat mengatasi demam tinggi pada anak adalah mencukupi kebutuhan cairannya.
Usahakan agar anak minum air putih yang cukup, supaya tubuhnya tetap terhidrasi. Sedangkan pada bayi, cukupi asupan cairan dengan memberinya lebih banyak air susu ibu (ASI) atau susu formula.
Selain mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan, ada beberapa cara lain yang juga dapat dilakukan untuk mengatasi demam tinggi pada anak di rumah, di antaranya:
  • Pastikan suhu ruangan tetap sejuk untuk membuat anak merasa nyaman.
  • Selimuti anak dengan kain yang tipis dan buka jendela agar sirkulasi udara lebih lancar dan suhu ruangan terasa lebih sejuk.
  • Letakkan handuk kecil yang dibasahi air hangat di dahi anak sebagai kompres.Tidak disarankan menggunakan air dingin untuk mengompres, karena bisa meningkatkan suhu tubuh dan membuat anak menggigil.
  • Perbanyak istirahat dan jangan dulu pergi ke luar rumah.
Pada prinsipnya, saat anak mengalami demam, buatlah kondisi senyaman mungkin untuk mencegah anak menggigil atau kepanasan. Meski demam tinggi tidak selalu menandakan adanya penyakit serius, namun orang tua sebaiknya tetap waspada.
Apabila demam tinggi pada anak tidak kunjung reda dengan penanganan di rumah, segeralah memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan, sesuai dengan kondisi anak.

Sumber : www.alodokter.com



Thursday, 28 March 2019

Inilah 5 cara Mengatasi Anak yang Susah Makan Nasi


5 Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan Nasi



Umumnya, masalah susah makan terjadi saat si kecil memasuki fase batita. Setelah sepenuhnya lepas dari ASI dan mulai rutin mengonsumsi makanan padat, ia pun semakin kenal dengan beragam jenis rasa makanan maupun minuman.

Pada tahapan ini, si kecil mulai mengembangkan preferensi terhadap makanan, yakni mampu memilih makanan yang lebih ia sukai dan yang tidak terlalu ia sukai. Tak sedikit orang tua yang kemudian frustrasi dan kebingungan mencari cara mengatasi anak  susah makan.

Ketika si kecil terus menolak melahap makanan yang Mam hidangkan, suasana bisa berubah menjadi menegangkan. Si kecil kesal karena terus “dipaksa” menyantap makanan yang tidak ia suka, sedangkan Mam khawatir ia akan kekurangan nutrisi akibat pilih-pilih makanan. Bila sudah begini, aktivitas makan pun menjadi tidak menyenangkan lagi, dan justru penuh tekanan.
5 Cara Ini Ternyata Dapat Mengatasi Anak yang Susah Makan Nasi Lho Mam

Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut ya, Mam. Bila dibiarkan, sikap pilih-pilih makanan bisa menjadi kebiasaan, lho. Yuk, cari tahu bagaimana cara mengatasi anak yang susah makan.
Tidak memaksa
Cara mengatasi anak susah makan dengan memaksa mungkin banyak dicoba orang tua. Namun, pada kenyataannya upaya tersebut terbukti tidak efektif.

Saat si kecil menolak menyantap makanan yang Mam tawarkan, cobalah bersikap tenang dan tidak memaksanya. Tanyakan kenapa ia tidak mau makan, lalu coba tawarkan alternatif lain. Memaksa si kecil makan makanan yang tidak ia sukai hanya akan meninggalkan kesan buruk tentang makanan di benaknya.
Praktikkan pola makan teratur
Bentuk pola makan teratur sebagai salah satu cara mengatasi anak susah makan. Sajikan makanan dan camilan pada waktu yang sama setiap hari. Meski sesekali si kecil menolak menyantap makanan atau camilan yang Mam sajikan, ia akan mengerti bahwa setiap hari, pada waktu tertentu, pasti tersedia makanan di meja makan. Dengan begitu, ia akan bilang pada Mam saat akhirnya lapar dan ingin makan. Mam bisa memintanya memilih sendiri makanan yang ingin dimakan dari yang tersedia di meja makan.
Variasikan menu
Umumnya anak memiliki sifat cepat bosan, termasuk dalam hal makanan. Karena itu, salah satu cara mengatasi anak yang susah makan adalah Mam harus lebih kreatif lagi dalam menyajikan menu untuk si kecil. Variasikan menu makanan yang Mam hidangkan, antara lain dengan mengombinasikan rasa gurih dan manis pada lauk maupun hidangan sayur.

Mam juga bisa merekayasa tampilan makanan yang dihidangkan. Anak mudah sekali tertarik pada sesuatu yang terlihat berwarna-warni atau bentuk yang ia kenali. Mam bisa menata nasi dalam bentuk hewan atau memotong wortel dalam bentuk bintang. Si kecil akan menganggap makan sebagai aktivitas menyenangkan. Ia akan menanti makanan seperti apa yang akan dihidangkan oleh Mam.
Sajikan dalam porsi kecil
Tak perlu terpaku menyajikan makanan dalam porsi lengkap yang terdiri atas nasi, lauk, dan sayur ya, Mam. Anak biasanya memiliki selera makan yang berbeda dengan kita. Di antara pilihan makanan yang tersedia, tanyakan apakah ia ingin memakannya berbarengan atau satu per satu.

Mam juga bisa menghidangkan lauk atau sayuran saja dalam porsi kecil. Melihat piring makannya tidak penuh terisi makanan, bisa saja membuat si kecil menjadi lahap menghabiskan makanannya. Bila sudah habis, Mam dapat menawarkan menu lainnya. Bersabarlah dalam mencoba-coba berbagai cara mengatasi anak yang susah makan ya, Mam.
Sediakan alat makan khusus
Cara mengatasi anak susah makan nasi tak harus selalu berpatokan pada jenis makanannya. Mam juga dapat berusaha membangun suasana makan yang menyenangkan. Salah satunya dengan memberi si kecil alat makan khusus miliknya.

Ajak si kecil memilih sendiri peralatan makannya sehari-hari, mulai dari sendok, garpu, piring, mangkuk, hingga gelas. Dengan memiliki alat makan bergambar karakter favorit atau berwarna cerah sesuai kesukaannya, si kecil bisa menjadi lebih bersemangat menyambut momen makan.

Tahukah Mam? Pada kenyataannya, banyak orang tua yang menyikapi permasalahan anak susah makan dengan keliru. Memaksa si kecil makan misalnya, atau memberikan ancaman agar si kecil mau makan dan menakut-nakuti. Alih-alih membuat si Kecil bersemangat makan, orang tua justru menciptakan kesan negatif tentang makanan pada anak.

Saat anak menolak menyantap makanan yang ditawarkan kepadanya, sebenarnya bukan berarti ia tidak menyukai makanan tersebut. Bisa saja pada saat itu ia memang belum lapar. Atau, bisa juga ia sedang bosan dengan tekstur makanan tersebut.

Kemungkinan lain adalah si kecil ingin memilih sendiri makanan yang ingin ia makan. Ingat ya Mam, pada fase batita, si kecil juga sedang belajar mandiri dan memutuskan pilihan sendiri. Semoga cara mengatasi anak susah makan nasi di atas dapat menjadi solusi yang tepat bagi Mam, ya.

Sumber:
https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/5-cara-mengatasi-anak-susah-makan
heart.org/HEARTORG/HealthyLiving/HealthyKids/HowtoMakeaHealthyHome/Top-10-Tips-for-Dealing-With-a-Picky-Eater_UCM_303811_Article.jsp#.WDKUO7J97IV
mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/childrens-health/art-20044948
alodokter.com/anak-anda-susah-makan-coba-trik-ini
tabloidnova.com/Keluarga/Anak/8-Penyebab-Si-Kecil-Mulai-Sulit-Makan


Wednesday, 27 March 2019

Inilah Sarapan Sehat Untuk Anak Yang direkomendasikan Ahli Gizi


Sarapan Sehat Anak Rekomendasi Ahli Gizi



Sarapan adalah makanan pertama yang dikonsumsi oleh tubuh si kecil untuk mengawali harinya. Oleh karena itu, sarapan berperan penting sebagai cadangan energi dan juga untuk mendukung aktivitas anak seharian, terlebih saat si kecil sedang dalam masa pertumbuhan.
Sarapan memberi gizi penting dan energi untuk tubuh dan otak sehingga membantu anak lebih fokus dan siap menjalani harinya di sekolah. Ibu sebaiknya membiasakan agar si kecil sarapan, terutama bagi anak-anak yang sudah masuk kelompok bermain dan juga bangku sekolah. Membiasakan anak menyantap sarapan bergizi setiap hari tak hanya bermanfaat untuk tumbuh kembangnya, namun juga untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
Namun dalam menyiapkan sarapan untuk si kecil juga tak boleh asal kenyang ya Bu. Menurut dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK, sarapan sehat merupakan salah satu dari tahapan makan tiga kali sehari, maka dari itu sarapan pagi seharusnya dapat memenuhi sebanyak 25 sampai 30% dari total angka kebutuhan gizi (AKG) yang diperlukan setiap harinya, yakni yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, air dan serat.
Beda usia, berat dan tinggi badan, tentu saja juga mempengaruhi AKG masing-masing anak, namun menurut dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK, rata-rata kebutuhan nutrisi anak sekolah dasar dengan kisaran usia 7 hingga 12 tahun sebanyak 1.500 kalori per hari. 
Oleh karena itu, sebaiknya Ibu mengawali hari dengan memberikan sarapan bernutrisi untuk si kecil.  Ibu, harus memastikan nutrisi sarapan untuk si kecil mengandung unsur 3G yakni Go, Grow, Glow. Lalu, sarapan seperti apakah yang mengandung unsur 3G tersebut ?

Karbohidrat (Go)
Karbohidrat sebagai sumber energi sangat diperlukan saat sarapan. Setelah tubuh si kecil secara tak langsung berpuasa karena tidur semalaman, maka diperlukan asupan karbohidrat untuk pembentukan energi. Menurut ahli nutrisi penulis buku The F-Factor Diet, Tanya Zuckerbrot, R.D, sarapan pagi setelah perut kosong semalaman dapat meningkatkan metabolisme, yang artinya pembakaran kalori sepanjang hari menjadi lebih efisien, sehingga mencegah terjadinya obesitas pada anak.
Memang cara paling mudahnya, Ibu dapat menyajikan nasi sebagai asupan karbohidrat. Namun cara yang lebih baik adalah dengan mengkonsumsi jenis makanan berkarbohidrat kompleks seperti makanan dengan kandungan gandum utuh. Makanan yang mengandung kadar serat tinggi dan rendah gula akan dicerna dengan lambat, sehingga menyediakan energi yang konstan dan membuat si kecil tidak cepat lapar. Berikan semangkuk sereal yang dicampur dengan susu untuk solusi sarapan yang kaya gizi bagi si kecil. Ketika menyajikan sereal, Ibu bisa tambahkan buah dan susu agar terpenuhi semua kebutuhan gizi anak.
Perhatikan pula asupan karbohidrat yang baik juga ya Bu. Makanan dengan kandungan karbohidrat sederhana seperti donat atau kue-kue akan membuat glukosa melonjak kemudian turun drastis. Sehingga menyebabkan si kecil akan merasa cepat lapar dan gampang mengantuk.

Protein (Grow)
Selain sebagai bahan bakar untuk siap menjalani aktivitas seharian, sarapan juga berguna untuk mendukung pertumbuhan anak. Oleh karena itu, berikan sarapan untuk si kecil makanan yang mengandung protein untuk mendukung tumbuh kembangnya agar semakin optimal.
Protein dapat membantu pembentukan struktur tulang, gigi dan rambut. Tak hanya itu, protein juga dapat mengganti jaringan sel tubuh yang rusak, melawan penyakit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Menurut Medline Plus, Institute of Medicine, kekurangan protein pada anak dapat berakibat si kecil kekurangan gizi hingga kwashiorkor (malnutrisi akibat kekurangan asupan protein).
Oleh karena itu, penuhi kebutuhan protein harian anak sebanyak 13-52 gram tergantung umurnya. Telur biasanya menjadi pilihan yang tepat dalam memenuhi asupan protein si kecil, karena cara mengolahnya pun mudah. Ibu bisa membuatkan menu sarapan berbahan telur seperti Baked Stuffed Egg dan Tahu Telur. Jika ingin praktis, omelette dan telur orak-arik pun tentunya juga menjadi menu sarapan yang digemari si kecil.
Tak hanya itu saja, protein juga memiliki fungsi lainnya. Menurut Wayne Campbell, PhD, seorang peneliti dari Universitas Purdue, Amerika Serikat mengatakan bahwa protein mampu mencegah lapar datang lebih cepat, karena protein menjaga perut kenyang lebih lama.
Lengkapi pula sarapan si kecil dengan minuman bernutrisi seperti susu yang juga kaya akan kandungan protein, serta kalsium dan vitamin D untuk membantu optimalkan pertumbuhan tulang si kecil.

Lemak Esensial
Jangan hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein saja, tapi lemak esensial yakni Omega 3 dan Omega 6 juga perlu Ibu masukkan ke dalam sarapan si kecil.
Menurut Robert Hobson, ahli gizi untuk Royal Society of Public Health di Inggris, asam lemak esensial tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia namun sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan sel syaraf otak dan hormon serta tumbuh kembang anak. Tak hanya untuk pertumbuhan sel-sel otak, Omega 3 dan Omega 6 juga akan membuat tubuh menyerap vitamin dengan lebih baik sehingga pertumbuhan fisik anak juga akan semakin optimal.
Ibu bisa memberikan asupan omega 3 untuk si kecil dengan menyediakan menu ikan, seperti tuna, sarden dan salmon. Sementara untuk omega 6, bisa Ibu dapatkan dari unggas dan daging merah.

Vitamin dan Mineral (Glow)
Jangan hanya mementingkan si kecil kenyang, sempurnakan asupan sarapan si kecil dengan buah dan sayur yang kaya akan vitamin dan mineral, yakni nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk mendapatkan antioksidan yang cukup.
Antioksidan adalah nutrisi dalam makanan yang bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang akan mengakibatkan sakit jantung, kanker, penuaan dini dan rentan penyakit akibat virus. Dengan memberikan buah dan sayuran ke dalam menu sarapan anak, maka daya tahan tubuh dan sistem saraf si kecil akan menjadi lebih kuat.
Berikut ini adalah jenis buah-buahan terbaik yang cocok dikonsumsi saat sarapan, yakni pisang, semangka, lemon dan papaya. Ibu bisa memberi potongan buah tersebut untuk si kecil, atau juga menambahkannya pada sajian sereal agar lebih menarik.
Setelah mengetahui nutrisi apa saja yang dibutuhkan si kecil saat sarapan. Sebaiknya, Ibu juga mendampinginya saat sarapan. Ibu bisa menemaninya sambil mendongeng atau bercerita, sehingga anak-anak akan lebih semangat dalam melahap sarapannya.
Karena begitu pentingnya sarapan untuk si kecil, maka sudah selayaknya Ibu memenuhi kebutuhan sarapan anak setiap paginya. Jadikan makan pagi sebagai agenda wajib sebelum berangkat sekolah. Dan pastikan nutrisi yang cukup untuk si kecil di setiap sarapan paginya ya Bu.

Sumber : https://www.sahabatnestle.co.id

Ternyata Apel memiliki banyak sekali manfaat Bagi Tubuh Kita

Manfaat Buah Apel bagi Kesehatan Tubuh kita Siapa yang tak kenal dengan buah apel ? Selain populer, ternyata memang ada banyak m...