Hidung
adalah indera
penciuman yang menjadi bagian dari sistem pernapasan manusia.
Bila hidung bermasalah, tentu Anda akan sulit bernapas dengan lega. Supaya
kebersihan dan kesehatan hidung Anda tetap terjaga, ikuti beberapa
langkah-langkah perawatannya berikut ini.
Langkah-langkah menjaga kebersihan dan kesehatan hidung
Tahukah bagaimana cara
kerja hidung Anda?
Awalnya udara terhirup oleh hidung, melewati sel saraf khusus untuk mendeteksi
bau yang disebut olfaktori. Kemudian, saraf mengubah bau menjadi informasi dan
mengirimkannya pada otak untuk diterjemahkan. Otak akan mengenali bau tersebut
menjadi lebih spesifik, seperti harum bunga mawar atau bau sampah.
Selain mendeteksi bau,
hidung juga menyaring oksigen untuk dikirimkan ke seluruh tubuh. Rambut di
sekitar hidung juga membersihkan udara dari partikel asing. Udara bersih
tersebut akan bergerak melewati saluran hidung, dihangatkan dan dilembapkan
sebelum masuk ke paru-paru.
Supaya Anda dapat bernapas
dengan lega dan mengenali bau apa pun dengan baik, kesehatan
hidung perlu diperhatikan. Ikuti langkah-langkahnya berikut ini:
1.
Hindari polutan dan zat yang mengiritasi hidung
Asap rokok, polusi, dan
debu adalah musuh bagi hidung Anda. Zat iritan tersebut mengurangi efektivitas
hidung untuk menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara. Akibatnya, sinus
akan membengkak dan menyumbat serta memicu timbulnya gejala
alergi yang lebih buruk.
Untuk mengurangi paparan
zat tersebut, hentikan kebiasaan merokok. Sebisa mungkin untuk menjauh dari
orang-orang yang merokok dan memakai
masker hidung saat keluar rumah.
2.
Banyak minum air putih
Hidung Anda memproduksi
lendir untuk menjebak kotoran dari udara yang terhirup. Salah satu cara untuk
mendukung kesehatan hidung dalam memproduksi lendir tetap normal —tetap tipis,
mengalir lancar, dan jumlahnya cukup— Anda harus banyak minum
air putih.
Selain air putih, Anda
juga bisa menggantinya dengan jus buah atau susu. Sayangnya, produk susu pada
sebagian orang dapat menyebabkan lendir menebal dan rentan menyebabkan
kemacetan di saluran hidung. Jadi, tetap perhatikan seberapa banyak Anda minum
susu per hari. Selain itu, batasi kebiasaan minum alkohol karena minuman ini
dapat menebalkan lendir di hidung.
3.
Kurangi kebiasaan mengupil
Mengupil memang bisa
membersihkan hidung dari kotoran yang menyumbat. Namun, juga rentan dengan
iritasi karena hidung memiliki banyak pembuluh darah kecil yang amat rapuh.
Ketika jari Anda masuk
mengorek kotoran hidung, kuku Anda bisa mengenai pembuluh tersebut. Akibatnya,
pembuluh darah akan pecah dan menyebabkan Anda mimisan.
Sumber
: https://hellosehat.com
Menurut dr. Brett Comer,
seorang ahli bedah kepala dan leher sekaligus asisten dosen di Fakultasi
Otolaringologi di University of Kentucky memaparkan dampak negatif mengupil
bagi kesehatan hidung.
Begitu pembuluh darah
pecah, proses penyembuhannya memakan waktu lama. Apalagi jika menyebabkan
bagian dalam hidung luka, perlu beberapa minggu untuk sembuh total.
Mengupil dengan kuku kotor
juga bisa meningkatkan risiko infeksi. Ini bisa menyebabkan terbentuknya abses
(benjolan kecil berisi nanah) di dalam hidung.
4.
Jaga udara tetap lembap
Udara yang kering dapat
memicu alergi dan menyebabkan hidung mudah mimisan. Selain itu, udara kering
juga mengurangi ketajaman kerja hidung untuk menjebak kotoran yang masuk
bersama udara. Supaya udara tetap lembap, Anda bisa menggunakan humidifier di
kantor dan kamar tidur. Bisa juga dengan mandi atau berendam air panas untuk
melembapkan sinus.
5. Rajin
membersihkan hidung
Dibanding mengupil,
kesehatan hidung akan lebih terjadi jika dibersihkan menggunakan semprotan
saline. Caranya cukup mudah, ikuti langkah-langkah seperti:
·
Siapkan
semprotan saline dan cairan garam isotonik steril.
·
Posisikan
kepala agak condong ke depan dan miringkan kepala sedikit ke arah kanan atau
kiri.
·
Masukkan
air saline pada lubang hidung posisi atas dalam kondisi kepala miring. Jika
semprotan saline dimasukkan ke arah kiri, maka kepala harus miring ke kanan,
begitu pula sebaliknya.
·
Lalu
semprotkan cairan saline ke dalam lubang hidung pelan-pelan. Jangan dihirup,
tapi biarkan air keluar meleati lubang hidung satunya lagi.
·
Keluarkan
sisa air seperti membuang ingus, namun jangan terlalu kencang. Lakukan
penyemprotan secara bergantian.

No comments:
Post a Comment